Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

Tulisan bagus belum tentu menarik.




Sebuah tulisan menarik adalah sebuah tulisan yang tidak cukup hanya dengan memenuhi kriteria bagus. Tulisan menarik adalah tulisan yang mempunyai perbedaan.

Perbedaan dalam sebuah tulisan sering dikatakan sebagai nilai lebih dari sebuah karya.

Tulisan bagus:

Tulisan yang sesuai tema, ditulis secara runtun dan memenuhi kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar dan baik.

Tulisan bagus bisa dituliskan (walau seharusnya) oleh semua yang mendapatkan pendidikan formal (sekolah). Kenyataannya, tidak semua orang bersekolah mampu menuliskan sesuai dengan kriteria bagus. Mungkin itu sebabnya profesi editor masih sangat diperlukan dan memegang peranan penting . Bukan sekedar bagaimana membuat tulisan tersebut bagus tapi juga punya andil membuat tulisan menjadi menarik.

Lalu apa yang dimaksud dengan kriteria menarik?

Biasanya menarik itu sangat subyektif dan besar pengaruhnya dari kepentingan sipembaca. Namun demikian beberapa hal ini dapat dijadikan pegangan:

1. Memiliki perbedaan (Baik dari informasi yang disajikan-ada info baru, sampai gaya bercerita )

2. Tema diolah secara menarik, Tema biasa akan menjadi istimewa jika dikemas berbeda dari yang biasa tersaji.

3. Cerita menjadi hidup/menarik jika yang dibicarakan/diceritakan kebiasaan/keputusan orang hebat/besar (Bos/artis/tokoh masyarakat)

4. Isinya benar dan lengkap (Disertai sumber informasi)

Dalam penulisan novel jika informasinya dikutip dari buku atau media cetak, diikuti nama media cetak, waktu terbit atau judul buku dan terbitan siapa) akan meningkatkan kualitas tulisan/kredibilitas penulis. Tapi jangan lupa, tidak salah juga menyajikan informasi dari media hasil ciptaan sendiri tapi diharapkan data yang disajikan benar, bukan hasil imajinasi. (Poin ini tidak terlalu penting pada penulisan cerpen)

5. Isinya tidak hanya informasi yang bagus dalam pengertian informasi positif. Lebih dari itu informasi yang disajikan mampu menggugah si pembaca.

6. Dipromosikan dengan baik dan luas, sehingga dibaca orleh beragam masyarakat dan jangkauan yang luas. (Peran aktif penulis mempromosikan buku karyanya sangat diharapkan)

Salam sastra Bunda Icha/Penulis dan Sastra

Mengembangkan Tema

Banyak penulis, menuliskan tanpa konsep. Tidak salah, dan sah-sah saja. Tetapi tiap penulis memiliki latar belakang dan tingkat kemampuan yang tidak sama. Maka saya kerapkali mengingatkan pada para penulis pemula atau yang sedang belajar menulis (apa saja : fiksi/non fiksi) Membiasakan diri dengan membuat Bingkai cerita.

Dalam Bingkai cerita yang berperan penting dan utama adalah tema. Karena tema adalah urat nadi dari tulisan tersebut. Biasanya tema pula yang ditentukan di awal. Ketika tema sudah ditentukan, masing-masing penulis mengembangkan tema berdasarkan kemampuan dan pengalamannya. Tip dan trik menuliskan sebuah tulisan hanya sebagai penuntun

Bagaimana sih mengembangkan tema? Seperti yang sudah saya tulis di atas, semua tergantung pada kemampuan dan pengalaman tiap penulis yang sudah bisa dipastikan akan berbeda satu sama lain. Dalam karya tulis tanpa pakem yang ketat seperti cerpen atau novel, tema bisa tergambar dengan samar-samar dan baru jelas ketika mendekati akhir. Ini sah-sah saja. Selain bertujuan mengingat pembaca agar terus membaca hingga akhir, hal lain adalah membuat kejutan-kejutan. Mengajak pembaca menebak, kemana arah cerita.



Untuk penulisan sebuah novel, tema cerita sangat penting, sama pentingnya dengan membuat penokohan dan draft cerita. Pada cerpen penokohan tidak terlalu penting apalagi jika tokohnya Cuma satu atau dua. Penulis dapat bertindak sebagai sutradara, terserah penulis akan membuat seperti apa sih tokoh asal konsisten sejak awal, pertengahan hingga akhir.

Pada penulisan sebuah novel, tema adalah darah yang mengalir dalam tubuh. Yang mempersatukan tiap bab menjadi bagian tak terpisahkan.

Tema dapat dikembangkan dengan berbagai cara

1. Lewat dialog antar tokoh

2. Monolog si tokoh (Sudut pandang orang pertama)

3. Pemikiran mengenai perbandingan system beberapa masyarakat atau nilai pendidikan yang dianut beberapa generasi

4. Buah pikir/ide-ide si tokoh (Penulis bisa memasukan ide-idenya sendiri)

Misalnya: Mengenai topik yang ramai diperbincangkan media.

5. Tindakan atau keputusan si tokoh

6. Pandangan si tokoh terhadap nilai budaya/ sosial/agama l yang ada

7. Penggunaan/kepercayaan si tokoh terhadap simbol-simbol. (Misalnya symbol Yin dan yang. Atau patung Loro Blonyo/ ganesha dll)

Dalam penulisan cerita, pengembangan tema tidak akan seluas dalam menuliskan novel. Tetapi beberapa poin di atas, bisa menjadi pegangan.

Salam Sastra Bunda Icha/Penulis dan Sastra

Sekilas Tentang Cerpen

Cerpen: Adalah cerita pendek yang paling lama waktu kejadian dalam cerita hanya dalam singkat. Bisa hanya kejadian 1-2 jam atau paling lama 1 minggu.



Supaya tulisan mengalir baiknya dibuat semacam bingkai cerita.

1. Tentukan berapa tokoh dalam kisahmu

2. Tuliskan karakter tokohmu

3. Konflik cerita

4. Solusi cerita

Tips cerpen yang menarik:

1. Buat kalimat pembuka yang tidak umum
Begitu awal tidak menarik, orang enggan melanjutkan membaca)

2. Tuliskan cerita dengan runtun, kalaupun dengan model flashback, berikan keterangan yang jelas.

3. Sudah ditentukan dari awal, cerita dituliskan dengan sudut pandang orang keberapa?

4. Pilih karakter tokoh secara spesifik. (Jadi tidak mudah dilupakan)
Termasuk gaya bicara/sifat keseharian.

5. Berikan sentuhan sifat unik dari tokoh utama

6. Ending (Kalau bisa ada twist/kejutan)

Jika tulisan macet (walau saya yakin kalau ada bingkai cerita/tulisan tidak akan macet)

1. Berhenti dan tinggalkan tulisan itu.

2. Istirahat, minum-.makan sesuatu yang ringan

3. Nonton tv atau baca (apa saja)

4. Setelah 3 tahap di atas dilakukan lebih kurang kamu berisitirahat 30 menit-1 jam. Lakukan hal berikut: - Duduk dengan santai, tengok ke kiri dan ke kanan. Bayangkan hal itu dilakukan tokoh ceritamu, kira-kira apa yang dia pikirkan. Dijamin 100 % kemacetan akan terurai dan kamu akan lancar menulis.

Salam Penuh Semangat:

Bunda Icha/ Penulis dan Sastra

PEDAS BLOG:



Berisi berbagai informasi pengetahuan umum dan sastra, buku karya para penulis anggota grup PEDAS. Serta kegiatan Grup Pedas-Penulis dan Sastra.

Sekaligus sebagai media informasi PEDAS PUBLISHING. Sebagai penerbit Indi yang menerima naskah-naskah untuk diterbitkan sesuai keinginan si penulis. Dan buku-buku terbitan PEDAS PUBLISHING dapat diperoleh dengan sistem Print On Demand (POD). Lini penerbitan sudah mulai beroperasi. Ditandai dengan penerbitan buku antologi 135 Puisi Romantis: Cinta Dalam Empat Dimensi

 
Design by alisakit | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Cap Kaki Tiga Setia Manfaat